Text
EVALUASI KINERJA TRANSMISSION LINE ARRESTER (TLA) TERHADAP SAMBARAN PETIR MENGGUNAKAN ARRESTER CONDITION MONITOR (ACM) DI SUTT 150 KV OMBILIN - KILIRANJAO
Sistem tenaga listrik di Pulau Sumatera terdiri dari pembangkit – pembangkit dan gardu induk gardu induk yang terhubung satu sama lain melalui sistem interkoneksi. Adapun yang menjadi backbone sistem interkoneksi adalah jaringan transmisi atau SUTT (Saluran Udara Tegangan
Tinggi). Gangguan pada saluran transmisi dapat mengakibatkan terhambatnya pasokan tenaga listrik ke konsumen. Penyebab gangguan ini sangat beragam, salah satunya yaitu petir. Dari data gangguan transmisi tahun 2009-2012 di PT. PLN P3BS Unit Pelayanan Transmisi Padang, petir adalah penyebab gangguan transmisi paling sering di UPT Padang. Sebagian besar gangguan permanen akibat petir terjadi di SUTT 150 kV Ombilin - Kiliranjao yang merupakan tulang punggung sistem interkoneksi 150 kV Sumatera dan jalur vital penghubung subsistem Sumatera Barat dan Jambi. Jika terjadi gangguan di penghantar ini maka energi listrik kiriman dari UPT Bengkulu ke UPT Padang tidak maksimal dan dapat menyebabkan pemadaman. Selain itu, petir juga menyebabkan isolator di tower rusak / flash over. Untuk mengatasi permasalahan gangguan akibat petir tersebut, maka UPT Padang melakukan pemasangan Transmission Line Arrester (TLA) yang berfungsi memotong arus dan tegangan surja petir untuk melindungi peralatan lain di SUTT dan mencegah arus susulan / follow current yang menyebabkan gangguan padam penghantar. TLA ini dipasang di tower-tower yang rawan terhadap sambaran petir dan mempunyai history intensitas isolator rusak / flash over yang tinggi. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengevaluasi kinerja TLA tersebut apakah sesuai dengan fungsinya dan tujuan pemasangannya atau tidak. Evaluasi kinerja TLA ini dibagi menjadi 3, yaitu analisa kinerja TLA dalam mencegah padam penghantar, analisa kinerja TLA dalam melindungi isolator di tower dan analisa pengaruh pemasangan TLA terhadap penurunan gangguan akibat petir dan energi tak tersalurnya di SUTT Ombilin – Kiliranjao. Dari analisa kinerja TLA tersebut, didapatkan hasil evaluasi kinerja TLA yaitu nilai kinerja TLA dalam mencegah padam penghantar akibat sambaran petir di SUTT Ombilin – Kiliranjao sebesar 88 % dan nilai kinerja TLA dalam melindungi isolator saat terjadi sambaran petir di SUTT Ombilin – Kiliranjao sebesar 100 %, selain itu dengan pemasangan TLA berpengaruh terhadap penurunan gangguan akibat petir di SUTT Ombilin – Kiliranjao sebesar 25 % dan penurunan energi tak tersalur sebesar 48,9 %. Dari hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman dalam evaluasi kinerja TLA dan menjadi dasar untuk analisa lebih lanjut sehingga dapat meningkatkan kinerja sistem proteksi petir di SUTT 150 kV Ombilin – Kiliranjao dan gangguan SUTT akibat petir di PLN UPT Padang dapat diminimalisir.
Kata Kunci : Kinerja, TLA, ACM.
Tidak tersedia versi lain