Text
STABILISASI TANAH MENGGUNAKAN ABU SEKAM PADI (STUDI KASUS JALAN BYPASS PADANG - DUKU KM 17 -18)
Stabilisasi adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi sifat kembang susut pada tanah Ekspansif. Tanah ekspansif mempunyai sifat mudah mengalami kembang susut, membuat bangunan di atas nya cepat rusak. Jalan raya by pass merupakan jalan yang sangat penting yang dipergunakan sebagai media penghubung trasnportasi umum. Meski telah di lakukan perbaikan namun jalan tersebut masih mengalami kerusakan. Tidak hanya disebabkan oleh struktur jalan rusak, tetapi juga oleh kondisi tanah dasar yang kurang baik (tanah ekspansif). Maka pada penelitian ini digunakan campuran abu sekam padi (RHA) untuk menstabilisasi tanah expansif. Abu sekam padi yang mudah didapatkan sebaiknya dapat dipergunakan lebih optimal. Pada penelitian ini, tanah yang telah di ambil di jalan raya Bypass pada Km 17–18, dengan jarak 100 m dari tepi jalan dan dengan kedalaman 1 m. Kemudian tanah tersebut dicampurkan dengan abu sekam padi. Pencampuran abu sekam padi dengan menggunakan persentase 12%, 16% dan 20% dengan masa perawatan 3 hari. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian fisik tanah dan pengujian mekanik tanah. Hasil dari pengujian menunjukkan semakin besar persentase abu sekam padi, dapat menurunkan nilai Gravitas Khusus (GS) sebesar 3,38% , menurunkan nilai batas cair (LL) sebesar 13,7 %, menurunkan nilai Indeks Plastik (PI ) sebesar 68,5%. Kemudian dapat meningkatkan nilai batas plastis (PL) sebesar 26,73% , meningkatkan nilai batas susut (SL) sebesar 64,85% dan meningkatkan harga CBR sebesar 26,43%.
Kata kunci : Stabilisasi, Abu sekam Padi, Fisis, Mekanis, CBR
Tidak tersedia versi lain