Text
ANALISA SISTEM MANUVER BEBAN 20 KV PADA SAAT PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR DAYA 10 MVA DAN 30 MVA UNTUK MENJAGA KEANDALAN SISTEM PENYALURAN (Aplikasi : Gardu Induk Teluk Kuantan-Riau)
Perkembangan beban listrik khususnya di Kota Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi mengalami peningkatan yang signifikan. Kondisi demikian mendorong untuk melakukan penambahan kapasitas transformator yang semula hanya 1 (satu) unit 10 MVA menjadi 2 unit (10 MVA dan 30 MVA), hal ini menuntut PLN harus melakukan penyaluran energi listrik tanpa adanya pemadaman. Untuk mencapai tujuan tersebut selain melakukan pengurangan gangguan temporer yang diakibatkan oleh beberapa gangguan (petir,binatang kondisi hujan), PLN juga perlu melakukan pemeliharaan
(maintenance) untuk memperpanjang umur peralatan. Pemeliharaan transformator juga bertujuan untuk menjaga keandalan sistem penyaluran. Pemeliharaan transformator di gardu induk biasanya dilakukan selama 8 jam dan selama waktu tersebut konsumen listrik harus mengalami padam total. Hal ini tidak akan terjadi apabila dilakukan sistem Manuver Beban. Manuver Beban adalah cara efektif untuk menghindari pemadaman ketika Trafo Daya mengalami pemeliharaan. Dengan kapasitas trafo daya yang berbeda yakni 10 MVA dan 30 MVA maka akan lebih mudah operator gardu induk melakukan manuver beban namun terlebih dahulu harus mengetahui prosedur pelaksanaannya yaitu dengan cara menghitung arus beban spare (cadangan) masing masing transformator. Berdasarkan data hasil pengamatan dan analisa diketahui bahwa arus spare pada trafo daya 1 (10MVA) adalah sebesar 79,36 A sedangkan untuk trafo daya 2 (30 MVA) arus spare beban nya adalah (376,1 A). jika manuver beban dilakukan pada tanggal 06 Mei 2012 dimana pada tanggal tersebut dilaksanakan pemeliharaan maka jumlah energi yang terselamatkan menjadi 74.109,33 kWh atau 26,28 %
Kata Kunci : Manuver, Keandalan, Energy
Tidak tersedia versi lain