Text
PERILAKU PENAMBAHAN LIMBAH KARET BAN DALAM (MOBIL) TERHADAP BALOK BETON BERTULANG
Sebagai sarana utama transportasi, kendaraan bermotor menghasilkan limbah karet roda yang terus meningkat dan tidak dimanfaatkan. Penelitian yang telah ada menggunakan hancuran karet berbentuk tak beraturan (shredded rubber) sebagai agregat beton. Sedangkan penelitian memanfaatkan karet sebagai serat pada beton yang belum banyak dilakukan. Dengan memanfaatkan material buangan (wasfe mateial) seperti karet roda bekas untuk serat campuran beton,diharapkan dapat meningkatkan mutu beton. Beton pada umumnya hanya sanggup menahan kuat tekan
dan lemah terhadap kuat tarik. Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti seberapa besar pengaruh serat karet terhadap lentur beton. Dari hasil yang diperoleh bahwa beton tidak menggunakan campuran serat karet mampu menahan beban lebih besar, dibandingkan beton yang menggunakan serat ukuran 10 x 80 cm dan dengan serat karet ukuran 3 x 6 cm, berarti terdapat pengaruh penambahan serat karet dalam campuran beton. Terhadap pola retak yang terjadi, beton tanpa serat karet menghasilkan retak lentur dan retak geser, sedangkan beton yang memakai serat
karet menghasilkan retak geser.
Tidak tersedia versi lain