Text
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KETANGGUHAN DAN UJI NILAI KALOR BIO-BRIKET TKKS DENGAN METODE PERLAKUAN TANPA PEREKAT
Energi merupakan permasalahan utama dunia saat ini. Diperlukan suatu solusi untuk
mengatasi masalah ini. Salah satu solusi yang saat ini digalakkan oleh pemerintah
adalah penggunaan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bahan bakar
alternatif yang sudah beredar di masyarakat salah satunya adalah briket. Salah satu
energi alternatif tersebut adalah pemanfaatan biomassa sebagai briket dari Tandan
Kosong Kelapa Sawit. Pada serat TKKS mengandung salah satu unsur kimia yaitu
lignin, lignin dihasilkan pada temperatur pemanasan pada suhu 150°C hingga 200°C.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur cetakan terhadap
karakteristik briket serat TKKS dengan cara menguji ketangguhan dan nilai kalor.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat TKKS yang diperoleh di
industri pengolahan kelapa sawit. Sebelum dilakukan pembriketan, cetakan dipanaskan
terlebih dahulu. Ada tiga perlakuan yaitu, temperatur cetakan 150 °C, 200 °C dan 250
°C. Pembriketan dilakukan dengan cara pemadatan bahan baku pada cetakan dengan
waktu penahan 20 menit. Pembuatan briket dilakukan tanpa menambahkan bahan lain
untuk perekat. Hasil penelitian menunjukan nilai kalor yang dihasilkan temperatur cetak
150 °C yaitu 4117.79 cal/gr, temperatur cetak 200 °C sebesar 4645.08 cal/gr, sedangkan
temperatur cetak 250 °C yaitu 5256.29 cal/gr. Untuk hasil pengujian drop test
temperatur cetak 150 °C yaitu 5.79%, temperatur cetak 200 °C sebesar 4.17%.
sedangkan temperatur cetak 250 °C yaitu 8.40%.
Kata kunci : temperatur cetak, serat TKKS, briket, uji drop test dan nilai kalor.
Tidak tersedia versi lain