Text
PENGARUH PERLAKUAN PANAS (HEAT TREATMENT) PADA BAJA AISI 1029 DENGAN MEDIA PENDINGIN AIR DAN OLI TERHADAP PERMUKAAN PATAH (FRACTURE SURFACE)
Masalah dalam penelitian ini adalah menganalisa perlakuan panas bahan dengan
metoda Quench yang optimal dalam sifat mekaniknya, dan menganalisa morfologi
permukaan patah (Fracture Surface) bahan baik dengan media pendingin air dan oli yang
optimal dalam menentukan sifat mekaniknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui morfologi permukaan patah (Fracture Surface) yang terjadi pada perlakuan
panas dengan media pendinginan air dan oli. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode eksperimental. Kelompok eksperimen terdiri dari 13 sampel yang telah mengalami
perlakuan panas. Eksperimen untuk kelompok kontrol (raw materials) dilakukan sebagai
pembanding sebanyak 3 sampel, yang dibandingkan dengan material yang tidak
mengalami perlakuan panas. Hasil dari penelitian ini adalah secara analisa permukaan
patah (Fracture Surface) dengan melihat bentuk permukaan sampel uji tarik terlihat bahwa
terjadi perbedaan luas penampang pada permukaan sampel yang putus. Seringkali
permukaan patahan mengandung campuran antara patah berserat dan granural, dan
biasanya masing-masing jenis dinyatakan dalam persentase luas permukaan. Jadi
kesimpulan dari penelitian ini adalah Setelah dilihat secara makrostruktur permukaan patah
(Fracture Surface) yang menunjukkan patah ulet (Ductile Fracture) adalah sampel dengan
media pendingin oli. Sampel yang menunjukkan patah getas (Brittle Fracture) adalah
sampel dengan media pendingin air.
Kata kunci ; Perlakuan panas (Heat Treatment), kekuatan dan kekerasan, permukaan patah
(Fracture Surface), baja karbon menengah.
Tidak tersedia versi lain