Text
KINERJA ALAT PENGERING PADI JENIS FLUIDISASI DENGAN ENERGI HYBRID
Besarnya kebutuhan beras di Indonesia menuntut adanya pengembangan
kualitas dan kuantitas beras yang dihasilkan. Untuk meningkatkan kualitasnya
maka gabah harus segera dikeringkan setelah proses pemanenan. Gabah panen
perlu segera dikeringkan hingga mencapai kadar air 13-14%. Pengeringan
menggunakan sinar matahari sebagai media pengering memerlurkan waktu yang
lama dan tempat yang luas. Salah satu alternatif pengeringan gabah adalah dengan
alat pengering jenis fluidisasi menggunakan energi hybrid. Dengan alat mekanis
ini, maka proses pengeringan dapat lebih cepat dan proses distribusi gabah dapat
berlangsung secara kontinyu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kinerja alat pengering padi jenis fluidisasi. Untuk kinerja dinyatakan dengan laju
penguapan air spesifik (SMER), efisiensi termal, fraksi surya dan fraksi biomassa
untuk pengeringan padi dari kadar air awal 20% (basis basah) kepada kadar air
akhir 14,59% (basis basah) atas waktu pengeringan selama 10 menit dengan berat
bahan 12 kg pada laju aliran massa udara 0,1252 kg/s, sinaran matahari rata-rata
929,005 W/m2
dan temperatur udara rata-rata masuk ruang pengering sebesar
78,19 ̊C didapatkan masing-masing 0,246 kg/kWh, 15,81%, 0,202 dan 0,402,
Kata kunci: Energi, fluidisasi, padi, pengeringan, kinerja
Tidak tersedia versi lain