Text
PENGARUH KOMPOSISI FLY ASH PADA MANUFAKTUR PEMBUATAN KERAMIK LANTAI TERHADAP UJI FRACTURE TOUGHNESS (K1c)
Fly ash (Abu terbang) adalah limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batu
bara didalam suatu ruang bakar. Sekitar 80% abu yang terbentuk dari pembakaran
batu bara keluar dari tungku pembakaran, ada yang melalui cerobong asap yang
disebut fly ash dan ada sisa pembakaran batu bara pada dasar tungku disebut bottom
ash. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh variasi komposisi
penambahan fly ash pada munafature keramik lantai terhadap Fracture Toughness
(K1C). Dalam penelitian ini bahan dibuat dengan verifikasi komposisi yaitu 100 wt%
Fly ash + 0 wt% Clay + 0 wt% Silica, 80 wt% Fly ash + 5 wt% Clay + 15 wt% Silica, 70 wt% Fly ash + 15 wt% Clay + 15 wt% Silica, 60 wt% Fly ash + 25 wt% Clay +
15% Silica, 50 wt% Fly ash + 35 % Clay + 15% Silica, dengan spesimen berbentuk
balok (L = 50 mm, lebar, B = 7 mm, tinggi, W = 8 mm) yang diberi takikan 45O
sebagai retak awal, dengan tekanan cetak 120 MPa dan suhu sinter 1100O C. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa semakin sedikit penambahan komposisi fly ash maka
nilai fracture toughness akan semakin menurun, nilai fracture toughness tertinggi
terjadi pada komposisi 100% fly ash yaitu sebesar 0,050 MPa.m1/2, sedangkan nilai
fracture toughness terendah didapatkan pada komposis penambahan 50% fly ash
yaitu sebesar 0,029 MPa.m1/2. Peningkatan nilai fracture toughness terjadi karena
porositasnya yang sedikit dan pembelokan retak yang besar.
Kata Kunci : fly ash, tanah lempung (clay), silika, sifat mekanis
Tidak tersedia versi lain