Text
Analisis Pengaruh Beban Gempa dan beban angin pada struktur Gedung 10 lantai
Seiring waktu jumlah manusia dan kebutuhannya akan fasilitas ruang semakin bertambah, sementara secara kuantitas luas lahan tidak mengalami pertambahan, Karena itu, mulai dilakukan berbagai usaha optimalisasi pemanfaatan lahan, salah satunya dengan jalan melakukan pembangunan secara vertikal berupa gedung-gedung pencakar langit, tetapi hal ini dapat menimbulkan masalah lain, dengan bertambahnya ketinggian struktur
membutuhkan ketahanan yang lebih terhadap beban horizontal yang bekerja pada struktur yaitu beban angin dan beban gempa karena untuk struktur yang tinggi pengaruh beban horizontal yaitu beban angin dan beban gempa jauh lebih besar di bandingkan beban vertikalnya. Karena sifat pembebanan yang relative berbeda, beban angin dan beban gempa memberikan pengaruh yang berbeda pula pada struktur, pengaruh ini terlihat pada gaya dalam, displacements dan interstory drift yang terjadi pada struktur saat beban di aplikasikan. Beban yang diberikan pada struktur berupa beban angin statis dengan kecepatan 112 km/jam, dan beban gempa yang di analisa dengan metoda gempa statis. Dan di analisis dengan program SAP 2000 versi 14. Struktur yang di tinjau terdiri dari 10 lantai dengan tinggi total bangunan 40 meter, output struktur yang ditinjau berupa gaya dalam, displacements dan interstory drift. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh bahwa pengaruh beban statis lebih dominan di kolom, terlihat pula bahwa interstory drift maximal bangunan terjadi di 3/5 tinggi bangunan dengan nilai yang semakin kecil dengan bertambahnya tinggi bangunan,
Kata Kunci : Beban angin statis, analisa gempa statis, gaya dalam, displacements dan interstory drift.
Tidak tersedia versi lain