Text
KAJIAN KINERJA PERSIMPANGAN TIDAK BERSINYAL ( Studi Kasus Simpang Sigege Kota Solok)
Persimpangan Sigege Kota Solok adalah persimpangan tidak bersinyal. Pola pengaturan lalu lintas di persimpangan ini belum optimal, dan arus lalu lintasnya cukup padat, serta kurangnya faktor disiplin dari sipemakai jalan yang saling berebut ruang untuk melewati persimpangan sehingga mengakibatkan adanya kemacetan yang sangat berpengaruh pada kondisi lalu lintas pada jam- jam tertentu yaitu pada pagi hari, siang hari, dan sore hari. Melihat hal-hal tersebut diatas maka akan dilakukan analisa terhadap kapasitas dan tingkat kinerja pada Persimpangan Sigege Kota Solok.
Metoda yang digunakan yaitu dengan melihat kondisi geometrik dan kondisi lingkungan serta kapasitas dan tingkat kinerja, yang mana dari analisa data diketahui bahwa perhitungan terhadap kinerja persimpangan Sigege Kota Solok masih layak digunakan yang artinya untuk saat ini derajat kejenuhan persimpangan tersebut mendekati jenuh, perhitungan yang didapat 0,78(sesuai dengan persyaratan nilai DS maksimum yang disyaratkan adalah 0,80) dengan kapasitas 2196,8 smp/jam. Tundaan total rata-rata pada jalan 8,79 det/smp, tundaan yang didapat masih kecil dari 30 det/smp. Peluang antrian diperoleh berkisar antara 24,88 – 79,03 %. Puncak arus lalu lintas dari pengamatan yang dilakukan adalah pada hari Jumat, karena hari Pasar Kota Solok. Untuk saat ini kinerja persimpangan Sigege Kota Solok mendekati jenuh dengan batas yang disyaratkan dan adapun saran penulis sebaiknya persimpangan Sigege Kota Solok perlu diberi rambu-rambu lalu lintas dan pemasangan lampu lalu lintas dikarenakan jumlah arus lalu lintas hasil survey 1697,2 smp/jam (sesuai MKJI 1997, persimpangan yang ruas jalan mempunyai 2 jalur dan sudah melebihi dari 1000 kendaraan/jam dibutuhkan lampu pengatur lalu lintas). Yang mana didapatkan data waktu merah 2 detik, waktu kuning 3 detik, dan waktu hijau 63,51 detik.
Tidak tersedia versi lain