Text
KETANGGUHAN DAN NILAI KALOR BIO-BRIKET TKKS DENGAN METODE PEMBUATAN BRIKET TANPA BAHAN PEREKAT
Di indonesia kebutuhan energi kususnya bahan bakar minyak semangkin meningkat.
Untuk itu dicari alternatif pengganti bahan bakar kebutuhan rumah tangga yang dibuat
dari tanadan kosong kelapa sawit. Pengolahan limbah padat kelapah sawit menjadi
sumber energi ini masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, dilakukan pembuatan briket
tampa menggunakan bahan perekat dengan mengggunakan sistem heatter penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pariasi waktu tahan cetak karakteristik briket tandan
kosong kelapa sawit dengan cara menguji sifat fisik, kimia dan kekuatan mekaniknya.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tandan kosong kelapa sawit yang di
peroleh dari industri kelapa sawit. Pembuatan briket di awali dengan penjemuran TKKS
hingga kadar air kurang dari 14%kemudian dicincang sampai halus himgga ukuran
seratnya sama di ayak lolos mesh 60 dan ditimbang 32,7 gram setiap sampel. Sebelum
dilakukan pembriketan, cetakan di panaskan terlebih dahulu. Ada tiga perlakuan yaitu,
dengan waktu tahan 15 menit dengan temperatur 200 selanjutnya waktu tahan 20
menit dengan temperatur 200 ketiga dengan waktu tahan 25 menit dengan temperatur
200 juga. Pembriketan dilakukan dengan cara pemadatan pada tekanan 58 Psi
pembuatan briket dilakukan tampah tambahan bahan lain untuk perekat. Hasil penelitian
bahwa nilai kalor yang yang dihasilkan sebesat 4432,53 kal/gr. Hasil spesimen
menunjukan bahwa spesimen dengan pengaruh waktu tahan cetakan paling baik yaitu
dimiliki spesimen dengan waktu tahan 20 menit. Pariasi waktu tahan cetakan pengaruh
terhadab stability dan drop test tetapi tidak pengaruh terhadap densitas.
Kata kunci : TKKS, briket dan waktu tahan.
Tidak tersedia versi lain