Text
ANALISA KEKERASAN DAN FRACTURE TOUGHNESS KOMPOSIT, ALUMINA –ALUMINIUM- TEMBAGA
Komposit merupakan gambaran besar dalam perkembangan ilmu material
teknik dewasa ini. Bahan ini tampaknya mulai bisa menggantikan peranan bahan
logam maupun non logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh penambahan serbuk Aluminium (Al) dan Tembaga (Cu) pada matrik
Alumina (Al2O3) terhadap nilai kekerasan dan fracture toughness. Serbuk
Aluminium dibuat dengan proses atomisasi air dan serbuk tembaga dibuat dengan
proses atomisasi sentrifugal. Serbuk aluminium dan tembaga dilanjutkan dengan
proses pengayakan menggunakan ukuran mesh 50 – 100 hingga mendapatkan
ukuran serbuk sebesar 125 – 150 μm. Dari langkah-langkah tersebut dilanjutkan
dengan proses mixing dengan variasi komposisi 100% volume Al2O3, 90%
Volume Al2O3 + 10% berat Al dan Cu, 80% Volume Al2O3 + 20% berat Al dan
Cu, 70% Volume Al2O3 + 30% berat Al dan Cu, 60% Volume Al2O3 + 40% berat
Al dan Cu. Kemudian dilakukan proses compacting dengan tekanan 140 MPa.
Proses sintering dilakukan menggunakan furnace dengan suhu 1150oC dengan
Heating Rate 5
oC/ menit. Pada penelitian ini nilai kekerasan tertinggi adalah 84
HRc dan rata-rata 76,83 HRc. dan fracture toughness (K1c) adalah 1,388 tertinggi
didapatkan pada komposisi 60% volume Al2O3 + 40% berat Al dan Cu dengan
tegangan bending rata-rata sebesar 1,227 MPa.m1/2
Kata Kunci : Komposit, Alumina, Aluminium, tembaga, kekerasan dan fracture
toughness.
Tidak tersedia versi lain