Text
STUDI PERBANDINGAN AZIMUTH MATAHARI PENGAMATAN SORE HARI DENGAN AZIMUTH GPS GEODETIK
Sejak ratusan tahun yang lalu peradapan manusia sudah menggunakan benda-benda langit seperti bulan, bintang dan matahari untuk penentuan posisi suatu titik. Seperti para pelaut menggunakan benda-benda langit sebagai papan penunjuk jalan mereka. Jauh sesudah itu astronomer dan matematikawanberkebangsaan Arab Al-khwarizmi dengan teori aljabarnya,
pada tahun 800-an membuat model matematik untuk menentukan posisi dengan rumus yang dikenal sekarang dengan ilmu ukur sudut dan trigonometri. Semenjak itulah orang-orang mulai mengembangkan penentuan posisi yang lebih akurat dengan menggunakan benda-benda langit. Dalam penentuan posisi kita tidak dapat mengabaikan yang namanya azimut apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan yang menyangkut geodesi. Azimut diperlukan bukan saja untuk memberi orientasi utara terhadap peta, tetapi lebih penting untuk mengontrol ukuran-ukuran sudut pada ukuran poligon dan triangulasi. Khususnya di daerah-daerah dimana belum ada titik-titik dasar kontrol yang berlebihan dengan penentuan azimuth melalui pengamatan
astronomis adalah salah satu jaminan untuk mendapatkan peta yang baik. Sebelum keluarnya Global Positioning System (GPS), untuk menentukan azimut perlu dilakukannya pengamatan Azimuth matahari, metode pengamatan azimuth matahari ini sering terkendala dengan cuaca, seperti hari hujan, matahari tertutup awan dan lain-lain. Setelah keluarnya Global Positioning System (GPS) untuk penentuan azimuth lebih efisien dilakukan dengan metode pengamatan Azimut satelit GPS, karna ketelitian Global Positioning System sudah mendekati meli meter, dan penggunaan satelit Global Positining System (GPS) lebih praktis
dari pada pengamatan azimuth matahari.
Kata Kuci : Perbandingan azimut matahari dengan gps geodetik.
Tidak tersedia versi lain