Text
PENGARUH GERAK MAKAN DAN KECEPATAN POTONG TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA HQ 705 PADA PROSES PEMBUBUTAN
Produk berkualitas diperoleh dari proses pemesinan yang baik. Kekasaran permukaan
adalah salah satu penyimpangan yang disebabkan oleh kondisi pemotongan dari proses
pemesinan. HQ 705 adalah suatu campuran baja pemesianan yang dikeraskan dengan mutu
tinggi yang digunakan pada roda gigi, poros mesin, dan komponen-komponen pemesinan
lainnya.Untuk itu perlu dilakukan percobaan untuk menganalisa pengaruh gerak makan
dan kecepatan potong terhadap kekasaran permukaan baja HQ 705 pada proses
pembubutan. Untuk mengetahui kekasaran permukaan pada percobaan ini menggunakan
alat uji kekasaran permukaan. Percobaan dilakukan pada kecepatan potong yang bervariasi
yaitu 40 m/menit, 60 m/menit, dan 80 m/menit. Masing-masing kecepatan potong tersebut
diatur pada putaran spindel 740 RPM, 900 RPM, dan 1230 RPM. Pada pembubutan gerak
makan divariasikan 0,05 mm/r dan 0,22 mm/r. Kedalaman makan dilakukan 1 mm untuk
setiap spesimen. Dari pengujian ini didapatkan hasil kekasaran permukaan pada gerak
makan sebesar 0,05 mm/r diperoleh nilai kekasaran sebesar 1,43 μm dengan kecepatan
potong 77,28 m/menit, pada gerak makan 0,22 mm/r diperoleh nilai kekasaran sebesar
4,296 μm dengan kecepatan potong 46,50 m/menit. Baja HQ 705 yang dibubut dengan
mesin konvensional memiliki nilai kekasaran normal, pada gerak makan 0,05 mm/r dan
kedalaman potong 1 mm.
Kata kunci: Gerak Makan, Kecepatan Potong, Putaran Spindel, Kekasaran permukaan,
kedalaman potong.
Tidak tersedia versi lain