Text
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada Jurusan Teknik Mesin
Paving block adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran
semen portland, air, dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang
tidak mengurangi mutu beton. Akan tetapi, penggunaan semen dan pasir sebagai
agregat sudah sering digunakan dalam pembuatan paving block dipasaran pada
umumnya. Salah satu upaya untuk menciptakan inovasi baru pada bahan campuran
paving block yaitu dengan mencoba bahan additive tidak hanya menggunakan semen
melainkan menambahkan bahan additive yang digunakan salah satunya fly ash ( abu
terbang) yang berasal dari limbah pembakaran batubara PLTU sijantang sawah lunto.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap lama
pengeringan dengan penambahan komposisi fly ash 5% Berat Fly ash berasal dari
kota sawahlunto sijantang. Pembuatan specimen paving block dilakukan dengan
campuran 100% berat (pasir + semen + air) + 0% berat fly ash dan 95% berat( pasir
+ semen + air) + 5% berat fly ash dengan variasi lama pengeringan 7, 14, 21, 28, 35
hari. Hasil penelitian ini didapat nilai rata- rata densitas dan daya serap air ada pada
variasi lama pengeringan 21 hari dengan komposisi penambahan 5% berat fly ash,
nilai daya serap airnya 2,94 % , sedangkan untuk densitas nya 2,12 gr/cm3
. Dan
untuk penambahan 0% fly ash daya serap air 2,80 % dan untuk densitas nya 2,07
gr/cm3
.Maka penambahan fly ash 5% berat berpengaruh terhadap daya serap air dan
densitas, jika umur yang lebih optimal untuk pengeringan paving block adalah 21
hari. Menurut standar (SNI 03-0691-1996) maka penambahan fly ash 5% berat
digolongkan pada mutu A ( digunakan untuk jalan).
Kata kunci : fly ash , Densitas, Penyerapan Air, SNI.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain