Text
UJI KEMAMPUAN ALAT PENGERING TIPE TEROWONG (Tunnel dryer) DENGAN MENGGUNAKAN PLASTIK MIKA SEBAGAI PENUTUP RUANG PENGERING
INTISARI
Di Indonesia, singkong merupakan produksi hasil pertanian terbesar ke-2 setelah padi,
singkong merupakan hasil pertanian yang mudah rusak, sehingga masa simpan singkong
dalam bentuk segar sangat pendek. Pengolahan singkong di Indonesia masih banyak
dilakukan secara tradisional. Pengeringan tradisional memiliki beberapa kelemahan yaitu
memerlukan lahan yang luas, terkontaminasi oleh debu dan kotoran, dan membutuhkan
waktu pengeringan yang lama. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibuatlah alat
pengering terowong, yang beroperasi menggunakan energi Matahari. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan alat pengering terowong pada
pengeringan singkong. Pada pengujian ini singkong yang yang dikeringkan sebanyak
32kg dengan kadar air awal 66%. Pengeringan dilakukan mulai pukul 09.00 sampai
16.00 WIB dilingkungan Institut Teknologi Padang. Pengambilan data dilakukan setiap
30 menit pada pengukuran intensitas matahari, temperaturlingkungan, temperatur ruang
pengering ,dan penurunan berat bahan. Dari data-data tersebut dilakukan analisa dan
didapatlah bahwa temperatur lingkungan berbanding terbalik dengan kelembaban ralatif
(RH), penurunan kadar air dalam bahan dipengaruhi oleh intensitas matahari dikarenakan
energi yang dihasilkan kolektor sangat bergantung pada intensitas matahari. Dan dari
hasil penelitian tersebut diperoleh effisiensi tertinggi dari alat pengering terowong ini
adalah 30%. Alat pengering terowong dapat mengeringkan singkong hingga kadar air
dalam bahan kurang dari 14% selama 15 jam pengeringan (3 hari).
.
Kata Kunci; Pengering tipe terowong, Energi Matahari, Singkong, dan Effisiensi
Tidak tersedia versi lain