Text
Analisa Nilai Kalor Biobriket Tandan Kosong Kelapa Sawit
Upaya untuk mencari bahan bakar alternatif terbarukan (renewable) yang ramah lingkungan dilakukan terus-menerus guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil sebagai bahan bakar dalam keperluan rumah tangga khususnya untuk pengganti minyak tanah. Salah satu energi terbarukan yang mempunyai potensi besar di Indonesia adalah biomassa. Dengan pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi briket telah membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sampah. Tujuan penelitian ini membuat briket dengan sembilan varaiasi campuran terhadap bahan baku dan perekatnya, pengujian nilai kalor serta uji nyala api. Hasil penelitian membuktikan nilai kalor optimal diperoleh briket dengan variasi TKKS serat halus (5 -1 mm) 50 % perekat getah pinus 50 % sebesar 6331,75 cal/gr. Dan yang memiliki nilai kalor minimun adalah TKKS serta kasar (5-10) 60 % perekat kanji 40 % sebesar 2295,70 cal/gr. Dari hasil penelitian uji nyala api ada beberapa poin yang diketahui yaitu untuk menghidupkan sampai mengeluarkan nyala api selama ± 30 detik, kemudian dibutuhkan waktu 22,23 menit untuk briket habis terbakar (menjadi abu). Sehingga dapat disimpulkan bahwa briket tandan kosong kelapa sawit, menggunakan perekat getah pinus dapat dijadikan sebagai bahan bakar, karena memiliki nilai kalor yang cukup tinggi.
Kata Kunci : Tandan Kosong Kelapa Sawit, Nilai Kalor, Nyala Api , Perekat getah pinus dan kanji
Tidak tersedia versi lain