Text
Studi Susut Energi Pada Sistem Distribusi Jaringan Tegangan Menengah 20 kV (Aplikasi Pada GI Payakumbuh ke GH Limbanang)
Sistem kelistrikan secara keseluruhan meliputi bagian pembangkitan, transmisi, dan distribusi. Sistem distribusi yang berfungsi menyalurkan dan mendistribusikan energi listrik ke konsumen perlu kualitas yang memadai. Dalam penyaluran daya listrik, tidak seluruhnya dapat disalurkan kepada konsumen, karena akan hilang dalam bentuk susut energi energi.Umumnya susut energi pada sistem transmisi dan distribusi secara rata-rata semestinya 10% dari produksi gross nya, pada kondisi normal. Akan tetapi dari beberapa pusat pengatur beban, diperoleh nilai mendekati 20%, walaupun sudah diambil langkah-langkah perbaikan. Munculnya susut energi disebabkan juga oleh drop tegangan yang tinggi pada sisi penerima. Susut energi juga diakibatkan oleh sebab-sebab yang sifatnya teknis dan non teknis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan drop tegangan dan susut energi yang terjadi pada GH Limbananag, feeder anding dan feeder suliki, dimana panjang saluran masing-masing sebesar 33 kms, 77,2 kms dan 92,8 kms. Dari hasil penelitian yang dilakukan drop tegangan terbesar terjadi pada beban puncak malam yaitu pada feeder suliki sebesar 3,049 kV atau 14,8%, pada feeder anding 2,537 kV atau 12,3% dan pada GH limbanang sebesar 0,654 kV atau 3,18%. Sedangkan untuk susut energi terbesar terjadi pada feeder suliki sebesar 144848,184 kWh atau 13,58%, pada feeder Anding sebesar 120499.54 kWh atau 11,3% kemudian pada GH limbanang sebesar 27623,344 kWh atau 2,59%.
Kata kunci : susut energi, drop tegangan
Tidak tersedia versi lain