Text
Analisa Pengaruh Penambahan Tegangan 275 kV Terhadap Kelistrikan SUMBAR Pada GI Payakumbuh
Listrik merupakan salah satu sumber kehidupan yang semakin hari semakin dibutuhkan. Bahkan sekarang sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Oleh karena itu seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan bertambah banyaknya penduduk membuat kebutuhan listrik semakin meningkat pula. Untuk itu PT PLN (Persero) sebagai perusahaan tunggal penyedia layanan listrik semakin memperbesar jaringan kelistrikannya guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah yang diambil salah satunya adalah dengan semakin banyaknya pembangunan gardu induk dan jaringan transmisi dengan memakai tegangan yang lebih tinggi, yakni mencapai tegangan 500 kV. Dimana untuk kedepannya akan lebih ditingkatkan lagi menjadi 1000 kV guna memenuhi pasokan listrik dalam negeri dan menerangi seluruh pelosok nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa seberapa besar pengaruh penambahan tegangan 275 kV terhadap kestabilan tegangan yang sudah ada sebelumnya. Dengan banyaknya permintaan terhadap kelistrikan membuat banyak gardu induk-gardu induk sekarang yang sudah mencapai kapasitas penuh. Oleh karena itu dibangunlah gardu induk dengan tegangan yang lebih tinggi guna menjaga kestabilan tegangan dan kestabilan beban suatu gardu induk. Untuk menganalisa bagaimana pengaruh masuknya tegangan 275 kV terhadap kestabilan tegangan maka digunakanlah aplikasi Etap. Aplikasi ini berguna untuk meneliti lebih lanjut seberapa besar pengaruh tegangan tinggi terhadap kestabilan sistim dengan masuknya tegangan yang lebih besar (275 kV).Dengan adanya Gardu induk tegangan yang lebih tinggi (GITET) maka pada gardu induk yang sebelumnya sering mengalami drop tegangan akibat pemakaian konsumen yang besar bisa menjadi lebih stabil dikarenakan sudah dibantu oleh Gardu induk dengan tegangan yang lebih tinggi (GITET)
Kata Kunci : Keandalan, Kestabilan, Aplikasi Etap, Tegangan 275 kV, Gardu induk
Tidak tersedia versi lain