Text
Evaluasi Setting Relai Arus Lebih dan Relai Gangguan Tanah pada Transformator Gardu Induk Maninjau dengan Menggunakan Simulasi Etap 12.6.0
Sistem proteksi merupakan suatu sistem pengaman terhadap peralatan listrik. Pengamanan peralatan akan aktif jika adanya gangguan teknis, gangguan alam, kesalahan operasi dan penyebab lainnya. Pada setiap sistem proteksi di Industri harus mampu bekerja sesuai dengan tujuan dan kemampuan serta fungsinya, yang akan ditentukan terhadap jenis gangguan yang sedan terjadi. Jika terjadi sebuah gangguan dan proteksi tidak mampu bekerja, akan mengakibatkan kerugian yang besar. Adapun proteksi yang digunakan pada trafo GI Maninjau berupa overcurrent relay (OCR) & ground fault relay (GFR) sebagai pengaman cadangannya. Tujuan tugas akhir ini nantinya adalah mengevaluasi settingan dari pada trafo, relai tersebut apakah masih layak atau tidak untuk digunakan. Koordinasi relai yang tepat sangatlah diperlukan dalam melindungi transformator. Diharapkan dari koordinasi relai ini agar relai utamalah yang bekerja dahulu, bila terjadi kegagalan barulah relai cadangan yang bekerja. Dalam melakukan koordinasi relai yang ada, dalam pengolahan data nantinya akan dibantu menggunakan software etap 12.6.0. Dari hasil perhitungan didapatkan settingan relai Nilai arus hubung singkat hasil perhitungan dan simulasi dengan program ETAP 12.6.0 telah memiliki nilai arus hubung singkat yang hampir sama dengan error rata – rata untuk semua gangguan dan trafo adalah 0,975 %. Dimana hasil perhitungan dan simulasi pada sisi incoming memiliki perbedaan TMS, dimana pada sisi incoming memiliki perbedaan TMS, dimana pada TMS OCR perhitungan = 0,051 dan TMS GFR perhitungan = 1,724 hasil perhitungan dan simulasi pada sisi outgoing memiliki perbedaan TMS, dimana untuk TMS OCR perhitungan 0,028 dan TMS GFR perhitungan = 0,013, perbedaan tersebut karena nilai arus setting (Iset) dan TMS pada setting relai perhitungan berbeda.
Kata Kunci: proteksi trafo, relai OCR, GFR, Etap
Tidak tersedia versi lain