Text
Analisa Pengaruh Panjang Jarak Arcing Horn Terhadap Jumlah Gangguan Petir Pada Saluran Transmisi 150 KV Payakumbuh-Koto Panjang dengan Menggunakan EMTP
Saluran transmisi Payakumbuh-Koto Panjang memiliki panjang saluran 84,844 kms, memiliki jumlah tower 248. Mempunyai jumlah gangguan yang dominan terjadi pada tower yang terletak di bukit yang terhitung dari tahun 20102018. Dari tower 1-140 berada pada lokasi yang terdapat IKL (Isokeraunik Level) yang sangat tinggi. Dengan menggunakan perhitungan Anderson dan EMTP untuk mengetahui pengaruh panjang jarak pada arcing horn terhadap jumlah gangguan petir. Dari penelitian terdapat beberapa factor yang mempengaruhi besarnya back Flashover yaitu tahanan pentanahan kaki menara, panjang span, tinggi tower dan lokasi. Untuk jarak optimal arcing horn dengan mengasih 10% dari BIL (Basic Ceraunik Level ) pada isolator kering, didapatkan jarak optimal yaitu 1,3 m dan untuk isolator dalam keadaan basah didapatkan jarak optimal arcing horn yaitu 0,9m. Berdasarkan nilai arcing horn yang dipasang 1.3m, flashover dapat dikurangi dari 121 100 km/tahun menjadi 22 100 km/tahun. Berarti dapat dikatakan bahwasanya flashover terjadi pada tingkat kelembaban isolator dibawah 60%.
Kata kunci : Saluran transmisi , panjang jarak arcing horn, Anderson Methode, EMTP
Tidak tersedia versi lain