Text
Analisis Stabilitas Tegangan Terhadap Penyambungan Ssitem 275 kV Gardu induk Kiliran Jao - Gardu Induk Payakumbuh
Sistem kelistrikan di Sumatera bagian tengah dipasok dengan menggunakan sistem transmisi 150 kV dan 275 kV. Analisis stabilitas tegangan sangat diperlukan saat perencanaan ataupun operasi sistem tenaga listrik. Apabila terdapat perubahan konfigurasi sistem yang tidak disengaja seperti terjadinya kontingensi, tentunya kemungkinan besar stabilitas tegangan sistem tidak akan sama dengan kondisi normal. Analisa perhitungan aliran daya digunakan adalah metode Newton Rhapson. Dalam hal ini data yang dibutuhkan adalah nilai impedansi pembangkit, saluran (penghantar) dan trafo sistem tenaga listrik Sumbagteng yang didapatkan dari penelitian yakni Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 275 kV pada PT. PLN(Persero), sehingga akan dapat diketahui losses dan drop tegangan dari masing- masing pembangkit. Penyambungan sistem pada GI Kiliran Jao – GI Payakumbuh menyebabkan drop tegangan berkurang khususnya pada kedua bus tersebut, hal ini dapat dilihat pada GI Kiliran Jao – GI Payakumbuh pada bus Payakumbuh sebesar 248,9 kV (-9,4%) dan bus Kiliran Jao sebesar 250,6 kV (-8,9%) yang masih dalam standar batas kestabilan yaitu sampai -10% (SPLN) dimana sistem pada GI Kiliran Jao – GI Payakumbuh masih dalam keadaan stabil.
Kata Kunci: stabilitas tegangan, sistem 275 kV, metode newton rhapson.
Tidak tersedia versi lain