Text
STUDI ESKPERIMENTAL KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU WULUNG PADA BETON
Kebutuhan penggunaan beton bertulang dalam masyarakat semakin meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk. Hal ini meningkatkan kebutuhan tulangan baja sebagai komponen utama dalam beton bertulang, yang akan memicu kenaikan harga tulangan baja menjadi mahal dan langkah. Salah satu persyaratan dalam struktur beton bertulang adalah adanya lekatan antara tulangan dengan beton sehingga apabila diberikan beban tidak akan terjadi selip antara tulangan dengan beton. Untuk menghindari hal tersebut perlu ditinjau nilai kuat lekat beton antara tulangan dengan beton. Oleh karena itu peneliti akan menguji kuat lekat tulangan bambu Wulung pada beton bertulang, dengan tujuan untuk mendapatkan nilai kuat lekat tulungan bambu Wulung pada beton. Pembuatan bentuk tulangan bambu dengan diameter 10 mm bulat, 10 mm x 10 mm persegi, dan diameter 10 mm pilinan yang digunakan dalam bentuk 5 variasi yaitu Pilinan, Persegi Vernis, Persegi Lilitan, Bulat Vernis, dan Bulat Lilitan, yang masing-masing akan ditanamkan pada beton dengan campuran 1 bagian semen, 2 bagian pasir, dan 3
bagian kerikil sedalam 150 mm pada silinder berukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada umur 28 hari dapat disimpulkan bahwa bambu Wulung Persegi Vernis (WPV) hasil yang tertinggi sebesar 1,33 MPa, dan yang terendah bambu Wulung Pilinan (WP) sebesar 0,62 MPa, hal ini karena tulangan berbentuk persegi menyudut dalam beton serta vernis dapat mengurangi susut tulangan dalam beton, sedangkan yang pilinan mendapatkan hasil terendah mungkin karena proses pembuatan tulangannya kurang baik dibandikan dengan bambu Wulung Persegi Lilitan (WPL) sebesar 0.95 MPa, bambu Wulung Bulat Vernis (WBV) sebesar 1,12 MPa, bambu Wulung Bulat Lilitan (WBL) sebesar 0,98 MPa.
Kata kunci: Kuat Lekat, Tulangan Bambu Wulung, Beton.
Tidak tersedia versi lain