Text
Analisa Pengaruh Kenaikan Beban Trafo Terhadap Hasil Pengukuran Thermovisi Pada Travo Daya 30 MV A Serta Menghitung Rugi-rugi Daya yang ditimbulkan di PT. PLN (Persero) UPT Jambi Seksi GI Muara Sabak
PT. PLN (Persero) sebagai perusahaan negara yang bergerak di bidang kelistrikan harus dituntut untuk selalu menyediakan kebutuhan listrik masyarakat. Ketersediaan listrik yang terus menerus menyebabkan semua peralatan listrik harus selalu dalam keadaan siap operasi. Sejak beroperasi di Bulan Agustus 2016, Gardu Induk Muara Sabak telah menjadi sumber listrik untuk daerah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan sebagian Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Trafo di GI Muara Sabak disalurkan melalui 5 (lima) penyulang ke konsumen. Permasalahan terjadi ketika beban trafo semakin waktu semakin bertambah. Yang mulanya hanya memiliki beban sebesar 13 MW, sekarang sudah mencapai 25 MW. Pembebanan trafo yang terus menerus dengan beban yang tinggi ternyata mengakibatkan terjadinya hotspot pada klem bushing 20 kV trafo tersebut. Hal ini diketahui dari hasil pelaksanaan thermovisi yang dilakukan oleh operator gardu induk yang dilakukan setiap beban puncak. Dari hasil analisa maka disimpulkan bahwa kenaikan beban trafo ternyata berbanding lurus dengan nilai hasil thermovisi pada klem bushing 20 kV. Pada periode Januari – Oktober 2017 kenaikan beban trafo mencapai 41 % dan kenaikan suhu klem bushing 20 kV hasil thermovisi mencapai 53 %. Dengan adanya kenaikan suhu pada klem bushing 20 kV maka akan menimbulkan rugi – rugi daya. Rugi – rugi daya saat suhu klem keadaan normal akan dibandingkan dengan nilai rugi – rugi daya suhu hasil thermovisi. Dari perbandingan itu maka diperoleh kesimpulan bahwa terjadi kenaikan rugi – rugi daya yang terjadi pada periode Januari – Oktober 2017 pada klem bushing trafo sebesar 2047,55 watt
Kata kunci: Thermovisi, rugi – rugi daya, trafo daya
Tidak tersedia versi lain