Text
Analisa Pengaruh Ionisasi Terhadap Jumlah Gangguan Petir Pada Saluran Transmisi 150 KV (GI Kliran Jao - Ombilin)
semakin besar tahanan maka gangguan akan semakin besar terjadi. dari grafik meperlihatkan bahwa pada setiap tower tidak memiliki tahanan tower dan tahanan impuls yang sama, dari grafik dapat dilihat pengaruh ionisasi terhadap jumlah gangguan petir Pada setiap tower dapat mempengaruhi tahanan pentanahan. Semakin besar tahanan maka arus yang mengalir akan semakin kecil, dari hasil grafik dapat dilihat bahwa tahanan juga mempengaruhi terhadap jumlah gangguan, dan hasil data grafik menggabarkan gangguan pada setiap tahanan dengan data observasi 2.2 kv, dari tahun 2009 – 2018 memiliki nilai tahanan Re 3.3Ω dengan total gangguan 1.4175 kv, Ri 7 Ω dengan gangguan 3.195 kv, tahanan rata – rata dari tower (1 – 235) dengan nilai tahanan R 8.4 Ω dengan gangguan keseluruhan 4.11 kv. Perhitungan sheilding failure membutuhkan sudut perlindungan dimana semakin kecil sudut perlindungan maka semakin tinggi tingkat perlindungan terhadap menara, pernyataan ini sejalan dengan metode Franklin pada persamaan (2.9) dengan nilai perhitungan yang di hitung secara manual didapatkan hasilnya sebesar 29.136141152, untuk arus minimum yang manyambar kawat fasa menggunakan persamaan (2.7) senilai 4.980034. Evaluasi ionisasi terhadap jumlah gangguan petir pada saluran transmisi ini, akan ditinjau menggunakan nilai tahanan pentanahan pada tower atau menara yang mengalami gangguan sambaran kilat. Pengevaluasian dilakukan dengan melakukan perhitungan pada backflashover dan sheilding failure pada masing – masing menara, sebelum melakukan evaluasi yang paling utama yang harus diperhatikan adalah data – data yang mendukung proses perhitungan tugas akhir ini. Data yang digunakan berupa data dari Tragi Kliranjao sebagai daerah yang dijadikan observasi kinerja ionisasi. Daerah ini dipilih karena daerah Kliranjao – Ombilin memiliki jalur geografi hutan lindung dan perbukitan yang cukup banyak dimana, sesuai prinsip kerja petir akan menyambar daerah paling tinggi dari permukaan bumi. Oleh karena itu daerah Kliranjao Ombilin dijadikan daerah pengamatan kinerja petir dan grounding resistansi.
Kata Kunci : sheilding failure, Back flashover, Tahanan pentanahan, Saluran Transmisi, Sambaran Petir.
Tidak tersedia versi lain