Text
Studi Penentuan Susunan Fasa Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) Double Circuit Pada Feeder Air Haji GI Kambang
PT PLN (Persero) sering membangun Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dengan kostruksi Double Circuit. Hal ini dikarenakan akan menimbulkan Jatuh tegangan dan rugi daya yang berlangsung terus menerus dalam waktu yang tidak terbatas. Selain itu, dikarenakan keterbatasan informasi dan pengetahuan, serta pemasangan SUTM double circuit cendrung disamakan susunan fasanya antar circuit atas dan bawah, yang akan memperbesar jatuh tegangan dan rugi-rugi daya sistem distribusi. Untuk menekan hal tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan perubahan konfigurasi susunan fasanya. Namun, perlu ditentukan pola konfigurasi yang paling optimal untuk mengeffisienkan rugi daya tersebut. Dimana, pola pengaturan susunan fasa yang paling efisien kaitannya dengan Jatuh Tegangan sistem distribusi adalah Pola 3. Karena Pola 3 memiliki nilai GMD paling kecil dan nilai GMR paling besar. Sehingga nilai reaktansinya paling kecil dengan nilai = 0,1497 Ω/kM, sedangkan nilai reaktansi pada pola 1 = 0,1697 Ω/kM. Pola susunan fasa sangat berpengaruh terhadap jatuh tegangan, dimana jatuh tegangan Pola 1 = 2591 Volt, sedangkan jatuh tegangan Pola 3 = 2409 Volt. Sehingga, selisih jatuh tegangan antara Pola 1 dan Pola 3 = 182 Volt. Berdasarkan hasil perhitungan, jika dibandingkan dengan pola 1, maka pola 3 mampu menekan daya yang tersalur sebesar 5198,4 kWH / bulan.
Kata kunci: Double Circuit, Pola Susunan Fasa, Jatuh Tegangan, Rugi Daya.
Tidak tersedia versi lain