Text
Perbandingan Metode Interpolasi IDW dan Kriging dalam Menampilkan Peta Topografi Menjadi 3 Dimensi
Peta merupakan suatu benda yang berfungsi untuk menunjukkan letak suatu tempat atau lokasi, pada zaman dahulu peta digambarkan pada batu atau tanah liat dalam ukuran kecil, setelah kemunculan kertas baru peta mulai dilukis didalam kertas. Dahulu para ahli katografi menggambar peta menggunakan tangan, pengerjaan gambar dengan tangan sendiri tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang sangat lama sehingga peta yang ada pada zaman dahulu tidak sebanyak peta pada saat sekarang ini, dan kini dengan berkembangnya teknologi komputer pembuatan peta semakin mudah dan cepat, bahkan data peta berupa gambar 2 dimensi dapat diubah menjadi gambar 3 dimensi menggunakan bantuan komputer. Pada penelitian ini untuk mengubah peta 2 dimensi menjadi 3 dimensi menggunakan dua metode interpolasi yaitu IDW dan Kriging, metode ini digunakan untuk menaksir nilai-nilai yang tidak diketahui dari satu data data yang digunakan adalah data hasil pengukuran oleh PT. Dempo dengan koordinat berupa data microsoft excel. Lokasi pengukuran nya berada diwilayah Palagai Gadang Pesisir selatan, dengal uasan lokasi ±10 Ha. Penelitian inimenggunakan dua software ArcMap dan Surfer, yang mana ArcMap berfungsi melakukan perhitungan interpolasi IDW dan Kriging dan menghasilkan data berupa DEM dari masing masing metode. Sedangkan Surfer berfungsi menampilkan hasil pengolahan interpolasi menjadi bentuk 3 Dimensi. Hasil dari penelitian ini berupa nilai RMSE yang paling rendah dari metode interpolasi IDW dan Kriging, dimana Kriging menghasilkan nilai RMSE terendah, dan hasil visual 3 dimensinya menghasilkan bentuk permukaan yang bagus dan rapi dan hampir menyerupai kenampakan lapangan.
Kata Kunci: Metode IDW, Metode Kriging, 3 Dimensi, Topografi
Tidak tersedia versi lain