Text
Kajian Kenaikan Muka Air Laut (Studi Kasus Stasiun Pasut Teluk Bayur Padang, Sumatera Barat)
Pasang surut laut (pasut) adalah suatu fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari, bumi dan bulan. Didalam kegiatan pasang surut tersebut terdapat nilai-nilai pendukung seperti konstanta harmonik dan nilai tinggi muka air laut sebagai salah satu faktor atau dampak kejadian yang terdapat pada wilayah pesisir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai MSL dan bagaimana dampak kenaikan muka air laut terhadap wilayah pesisir pantai. Pada penelitian ini dilakukan analisis data pasut pada stasiun pasut Teluk Bayur, Sumatera Barat. Data pasut pada penilitian ini diambil secara berkala atau dihitung perperiodenya. Satu periode sama dengan satu tahun dimulai dari tahun 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2018, data tersebut diperoleh dari layanan web IOC sea level monitoring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode least square dengan aplikasi t-tide yang dijalankan software matlab untuk penyusunan komponen pasut sehinga didapatkan nilai konstanta harmonik dari setiap komponen, setelah itu untuk pengolahan data menggunakan software microsoft excel untuk mendapatkan hasil perhitungan data. Hasil dari perhitungan yang dihasilkan dari masing-masing periode memiliki perbedaan nilai yang tidak terlalu signifikan, baik pada nilai konstanta harmonik setiap komponen ataupun pada nilai rata-rata muka air laut. Nilai pasang surut (MSL) yang didapatkan pada periode 2014 adalah 316 cm, periode 2015 adalah 315 cm, periode 2016 adalah 326 cm, periode 2017 adalah 321 cm dan periode 2018 adalah 317 cm. Kemudian tipe pasang surut yang didapatkan dalam 5 tahun pengamatan adalah tipe campuran condong harian ganda serta dampak yang dihasilkan adalah abrasi pantai.
Kata kunci : pasang surut, least square, Sumatera Barat.
Tidak tersedia versi lain