Text
Identifikasi Kawasan Terdampak Kekeringan pada Lahan Pertanian di Kota Solok dengan Metode NDVI
Kekeringan merupakan fenomena sementara dan dapat dicirikan sebagai penyimpangan dari kondisi normal. Dampak yang mungkin terjadi akibat dari bencana kekeringan merupakan suatu hal yang tidak dapat diukur dan diketahui secara pasti. Oleh karena itu, pemantauan kekeringan meteorologi sangat penting untuk peringatan dini dan manajemen risiko sumber daya air dan produksi untuk mengetahui penyebab
kekeringan pada lahan pertanian di suatu daerah, maka penting untuk melakukan pemetaan kekeringan pada lahan pertanian tersebut. Pada penelitian ini, dilakukan Identifikasi Kawasan Terdampak Kekeringan Pada Lahan Pertanian di Kota Solok pada bulan juli 2019. Dengan Upaya penanggulangan masalah kekeringan dapat dilakukan melalui analisis data iklim yang bersifat rata-rata untuk mengetahui tingkat kekeringan berdasarkan data curah hujan serta dengan Metode pengolahan algoritme Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Drought Index (NDDI), Thermal Vegetation Index (TVI) melalui tahapan yang telah ditentukan menggunakan sistem penginderaan jauh. Hasil analisis menunjukkan untuk kekeringan lahan pertanian dibedakan menjadi 3 kelas yaitu lahan kekeringan berat seluas 493,13 ha, untuk kekeringan sedang seluas 1938,1 ha dan untuk kekeringan ringan seluas 3332,77 ha.
Kata Kunci : Kekeringan, NDVI, Penginderaan Jauh
Tidak tersedia versi lain