Text
Analisis Spasial untuk Keberadaan Kawasan Permukiman di Daerah Potensi Longsor (Studi Kasus : Kabupaten Solok Sumatera Barat)
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, terutama di musim hujan, yang dapat mengakibatkan kerugian harta benda maupun korban jiwa dan menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana lainnya seperti perumahan, industri, dan lahan pertanian yang berdampak pada kondisi sosial masyarakat dan menurunkan perekonomian di suatu daerah. Elemen-elemen yang ikut berpengaruh akibat terjadinya longsor adalah intensitas curah hujan, jenis tanah, faktor geologi atau batuan penyusunya, penutupan lahan yang terjadi dan kemiringan lahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan Analsis Spasial untuk Keberadaan Kawasan Permukiman di Daerah Potensi longsor di Kabupaten Solok. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Analisis identifikasi daerah rawan longsor dilakukan dengan analisis spasial menggunakan sistem informasi geospasial (SIG) dengan metode Skorring/pembobotan dan overlay. Parameter yang digunakan untuk analisis ini yaitu kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan dan tutupan lahan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, Kabupaten Solok berada pada tingkatan tanah longsor sedang sampai tinggi. Dari 74 Desa yang ada di Kabupaten Solok, sebanyak 66 desa memiliki Daerah permukiman yang tingkat kerawanan longsornya tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan longsor diantaranya Kemiringan Lereng memperngaruhi tingkat kerawanan longsor sebangak 30 %, curah hujan mempengaruhi sebanyak 20%, tutupan lahan sebanyak 20% dan geologi/jenis tanah sebanyak 30%.
Kata kunci : Kerawanan Longsor, Daerah Permukiman, Sistem Informasi Geografis (SIG), Overlay, Skorring/pembobotan.
Tidak tersedia versi lain