Text
Analisa Jumlah Gangguan Petir Akibat Back Flashover dengan Metode Hileman Pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Gardu Induk Payakumbuh - Koto Panjang
Saluran transmisi merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari suatu sistem tenaga listrik dalam menyalurkan energi listrik ke konsumen. Saluran transmisi 150 kV Payakumbuh–Koto Panjang dengan panjang total saluran 84,844 km, memiliki 248 tower dengan 4 tipe tower yaitu AA, BB, CC dan DD. Gangguan yang terjadi dominan diakibatkan oleh back flashover karena pada umumnya tower terletak di daerah perbukitan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung jumlah gangguan petir akibat back flashover pada Upper dengan menggunakan perhitungan Hileman. Dari penelitian terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya back flashover yaitu tahanan pentanahan kaki menara, panjang span, tinggi tower dan lokasi. Berdasarkan investigasi lapangan dengan perhitungan Hileman jumlah gangguan petir pada tower nomor 16 dari investigasi lapangan terdapat 9 kali gangguan petir, sedangkan pada perhitungan Hileman terdapat back flashover rate 8,09 sambaran/km2 /tahun . Sehingga dapat
dikatakan jumlah gangguan petir akibat back flashover pada Upper dari hasil investigasi lapangan dengan hasil perhitungan Hileman hasilnya sama atau mendekati.
Kata kunci : Back flashover, Upper, Hileman Methode, SUTT
Tidak tersedia versi lain