Text
Analisis Pengaruh Kenaikan Beban Trafo Daya 60 MVA Terhadap Rugi-rugi Daya Berdasarkan Hasil Pengukuran Thermovisi di Gardu Induk Pauh Limo
Gardu Induk merupakan bagian terpenting dari suatu sistem tenaga listrik karena pada Gardu Induk inilah hampir semua peralatan tegangan tinggi dipasang trafo daya merupakan salah satu peralatan utama pada Gardu Induk, selain melakukan pemeliharaan pada trafo dalam rangka
menjaga stabilitas dan kemampuan kerja, maka perlu dilakukan monitoring terhadap beban dan suhu kerja dari trafo tersebut agar dapat meminimalisir kerusakan peralatan yang akan mengakibatkan pemadaman ke konsumen. Pembebanan trafo secara terus menerus dengan beban yang tinggi akan menimbulkan titik-titik panas (hotspot) pada sambungan dan konektor / klem yang ada pada trafo. dengan adanya kenaikan suhu pada klem bushing 20 kV maka akan menimbulkan rugi – rugi daya. Rugi – rugi daya saat suhu klem keadaan normal akan dibandingkan dengan nilai rugi – rugi daya suhu hasil thermovisi. Pembebanan trafo yang terus menerus dengan beban yang tinggi ternyata mengakibatkan terjadinya hotspot pada klem bushing 20 kV trafo tersebut. Hal ini diketahui dari hasil pelaksanaan thermovisi yang dilakukan oleh operator gardu induk yang dilakukan setiap beban puncak. Dari hasil analisa maka disimpulkan bahwa kenaikan beban trafo ternyata berbanding lurus dengan nilai hasil thermovisi pada klem bushing 20 kV. Pada periode Januari – Desember 2019. Dengan adanya kenaikan suhu pada klem bushing 20 kV maka akan menimbulkan rugi – rugi daya. Rugi – rugi daya saat suhu klem keadaan normal yang tertinggi akan dibandingkan dengan nilai rugi – rugi daya suhu hasil thermovisi yang tertinggi. Dari perbandingan itu maka diperoleh kesimpulan bahwa terjadi kenaikan rugi – rugi daya yang terjadi pada periode Januari – Desember 2019 pada klem bushing trafo phasa R sebesar 7975.68 Watt, phasa S sebesar 2432.26 Watt, phasa T sebesar 3714.2 Watt.
Kata kunci: Thermovisi, rugi – rugi daya, trafo daya
Tidak tersedia versi lain