Text
Investigasi Jumlah Sambaran Petir Pada Menara yang Ditempatkan Didaerah Cadas Pada SUTT 150kV Transmisi Payakumbuh-Koto Panjang
Untuk merencanakan suatu sistem pentanahan terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain tahanan jenis tanah, struktur tanah, keadaan lingkungan, biaya, ukuran dan bentuk sistemnya. Sistem pentanahan pada kaki menara perlu diperbaiki karena hal-hal sebagai berikut : Seringnya terjadi gangguan akibat sambaran petir; Bervariasinya kondisi tanah pada sekitar kaki menara saluran transmisi; Perubahan iklim setiap tahunnya sehingga mempengaruhi resistansi tanah. Jumlah Back-Flashover terbanyak yang terjadi pada menara yang berada pada daerah cadas yaitu menara nomor 70 karena menara ini memiliki nilai pentahanan melebihi standar (>5ohm) yaitu 47,40 ohm dengan tinggi menara 26m dan panjang span 204m dan lokasi menara yang berada didaerah gurun. Menara ini termasuk menara yang mempunyai
isokeraunik level 173 hari/tahun dengan nilai kerapatan sambaran petir ke tanah yang cukup tinggi yaitu 26,42 km per tahun. Dengan menggunakan program IEEE Flash dan, simulasi EMTP didapatkan bahwa jumlah Back-Flashover terbanyak terjadi pada tower yang memiliki nilai tahanan pentanahan yang paling tinggi yaitu tower nomor 70 (47,40 ohm) dan tegangan puncak menara tertinggi pada saat terjadi sambaran petir terjadi pada tower yang memiliki tinggi menara paling tinggi yaitu menara nomor 135 (41m). Jadi faktor yang paling mempengaruhi jumlah gangguan sambaran petir pada menara yang ditempatkan pada daerah cadas yaitu 70% dipengaruhi oleh nilai pentanahan, 20% dipengaruhi oleh panjang span, dan 10% dipengaruhi oleh tinggi menara.
Kata Kunci : Petir, Gangguan, Back-Flashover, Tahanan Pentanahan, Panjang Span, Tinggi Menara, IEEE Flash, EMTP
Tidak tersedia versi lain