Text
Analisis Resource Leveling Menggunakan Network Planning Pada Pembangunan Rumah Susun Institut Teknologi Padang
Seiring dengan berkembangnya proyek konsruksi pada saat ini menjadikan proyek semakin kompleks dan rumit. Berbagai masalah yang sering mucul dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah sulitnya menyelesaikan proyek tepat waktu, terjadi pembengkakkan biaya, dan sulitnya menggunakan sumber daya yang efisien. Pengalokasian sumber daya yang tidak efisien menjadi sumber masalah besar, terutama pada tenaga kerja yang merupakan salah satu sumber daya proyek konstruksi yang sangat vital dan sensitif, karena dalam pelaksanaan suatu proyek seringkali ditemui penggunaan tenaga kerja yang masih mengalami fluktuasi, maka diperlukan suatu usaha untuk meminimumkan fluktuasi tersebut yaitu dengan melakukan resource leveling. Resource leveling dapat dilakukan jika perencanaan proyek dilakukan dengan menggunakan network planning, dimana dalam network planning terdapat hubungan antar kegiatan. Guna memudahkan analisis digunakan software Microsoft Project sebagai alat bantu penjadwalan. Microsoft project merupakan software administrasi proyek yang digunakan untuk melakukan perencanaan, pengelolaan, pengawasan dan pelaporan data dari suatu proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari network planning diperoleh pekerjaan kritis dan pekerjaan tidak kritis, selanjutnya baru bisa dilakukan resource leveling pada pekerjaan tidak kritis dengan cara menggeser jadwal beberapa item pekerjaan yang tidak kritis sehingga tidak terjadi penumpukan tenaga kerja. Resource Levelling tidak merubah jadwal berakhirnya proyek, namun pada waktu pelaksanaan resource leveling alokasi tenaga kerja menghasilkan penjadwalan baru, yaitu waktu mulai dan akhir item pekerjaan yang berbeda
dari penjadwalan awal dengan hasil alokasi tenaga kerja merata.
Kata kunci: Tenaga Kerja, Resource Leveling, Network Planning, Microsoft Project.
Tidak tersedia versi lain