Text
Pengaruh Penggunaan Abu Ampas Tebu dan Serbuk Cangkang Keong Terhadap Kuat Tekan Beton Normal
Pemilihan bahan-bahan dalam pembuatan beton sangat penting untuk mendapatkan kuat tekan yang diinginkan, salah satu bahan yang dapat digunakan untuk campuran beton adalah dengan penggunaan abu ampas tebu dan cangkang keong. Abu ampas tebu yang telah mengalami proses pembakaran akan menghasilkan kandungan SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, K2O, Na2O, MgO, dan P2O5 yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pengganti semen dan diharapkan menambah kuat tekan beton karena butirannya yang relatif kecil dan mampu mengisi lubang pori pada beton. Sedangkan cangkang keong mengandung kadar CaCO3 (kalsium karbornat) yang sangat tinggi, sehingga dapat bereaksi sangat baik dengan semen sebagai bahan utama pembuatan beton, disini penulis juga menambahkan Sikacim Concrete Additive untuk mempercepat pada proses pengerasan beton. Dimana tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh abu ampas tebu (AAT) dan cangkang keong terhadap campuran beton. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilaksanakan di laboratorium Institut Teknologi Padang dan UPTD
laboratorium bahan konstruksi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Barat. Dalam penelitian ini menggunakan campuran abu ampas tebu (AAT) dengan variasi
1,5% dari jumlah semen dan cangkang keong dengan variasi penggunaan 0%, 10%, 20% dan 30% digunakan sebagai bahan pengganti pasir, serta penggunaan Sikacim Concrete Additive 0,7% dari jumlah kadar air. Dalam penelitan ini kuat tekan beton rencana K-250 dengan benda uji kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 15 buah dengan umur pengujian 28 hari. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan umur 28 hari didapatkan kuat tekan beton, untuk beton normal sebesar 292kg/cm2, dengan penggunaan abu ampas tebu 1,5%, cangkang keong 0%, dan sikacim concrete additive 0,7% sebesar 270,85 kg/cm2, dengan penggunaan abu ampas tebu 1,5%, cangkang keong 10%, dan sikacim concrete additive 0,7% sebesar 255,95kg/cm2, dengan penggunaan abu ampas tebu 1,5%, cangkang keong 20%, dan sikacim concrete additive 0,7% sebesar 238,73 kg/cm2, dengan penggunaan abu ampas tebu 1,5%, cangkang keong 30% dan sikacim concrete additive 0,7% sebesar 255,52 kg/cm2
.
Beton yang dihasilkan menggunakan abu ampas tebu, cangkang keong dan sikacim concrete additive mengalami penurunan kuat tekan beton.
Kata kunci : Abu Ampas Tebu, Cangkang Keong, Sikacim Concrete Additive, Kuat
Tekan Beton Normal
Tidak tersedia versi lain