Text
Tinjauan Proses Pembakaran Terhadap Kuat Tekan Batu Bata (Studi Kasus 3 Pabrik)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan batu bata berdasarkan posisi peletakkan pada proses pembakaran yaitu posisi atas, posisi tengah dan posisi bawah, yang tiap posisi dibagi menjadi 2 bagian yaitu diatas tungku dan diantara tungku, dalam upaya mendapatkan kuat tekan optimum, dengan melakukan pengecekan suhu saat pembakaran tepat pada sampel bata ditempatkan. Kemudian dilakukan pengujian daya serap air untuk diketahui hubungannya dengan kuat tekan terhadap posisi pembakaran. Sebagai pembanding data awal batu bata dari 3 home industrie sekitar kota Padang di uji kuat tekan dan daya serap airnya, masing-masing 33 buah untuk uji kuat tekan, dan 15 buah untuk uji daya serap air, demi mengetahui kualitas bata home industrie tersebut, karena sampel yang akan dibuat menggunakan tanah dari sumber yang sama digunakan home industrie tersebut. Nilai kuat tekan rata-rata dari masing-masing home industrie tersebut 2,41 Mpa pabrik Sungai Pinang, 2,21 Mpa pabrik Lubuk alung dan 2,12 Mpa
pabrik Gunung Sarik. Sampel batu bata dari penelitian ini di buat menjadi 3 variasi campuran yaitu variasi 1 90:10, variasi 2 50:50, Variasi 3 70:30, dari tanah Gunung Sarik (GS) dengan tanah Lubuk Alung (LA), dengan ukuran dalam cetakan 20x10x5cm. Pada proses pembakaran suhu pembakaran diukur menggunakan alat Thermokopel. Hasil uji kuat tekan yang didapatkan dari sampel yang di buat sebanyak 60 buah masing-masing variasi, ditempatkan 1buah setiap lapisannya dengan kuat tekan rata-rata lapisan 1 (bawah) 2,18 Mpa, lapisan 2 (tengah) 1,81 MPa, lapisan 3 (Atas) 1,67 Mpa, yang berarti belum memenuhi standar peraturan SNI 15-2094-2000 disebabkan oleh suhu rata-rata pada posisi bata hanya 400⁰C.
Kata Kunci : Posisi Bata, Susunan Bata, Suhu Pembakaran, Kuat Tekan
Tidak tersedia versi lain