Text
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Rumah Sakit Madina Bukittinggi
Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah jalur gempa pasifik (Circum Pasific Earthquake Belt) dan jalur gempa asia (Trans Asiatic Earthquake Belt) sehingga sangat berpotensi mengalami gempa. Kondisi di atas tersebut berpengaruh besar dalam perencanaan desain struktur bangunan. Dengan demikian, perlu untuk mengetahui performance dari struktur. Untuk itu, bangunan yang sudah di bangun perlu melakukan reevaluation kinerja seismik terhadap struktur bangunan terutama bangunan yang berfungsi untuk umum. Metode yang digunakan dalam analsisis ini adalah analisis pushover. Analisis kinerja ini dengan memberikan gaya lateral static dengan faktor pengali sacara bertahap sampai titik acuan struktur mengalami perpindahan (displacement) tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya geser maksimal yang terjadi hingga gedung mengalami keruntuhan untuk arah X adalah 2386.5141 ton dengan displacement (perpindahan) 288.821 mm. Sedangkan untuk arah Y adalah 3118.081 ton dengan displacement (perpindahan) 19.355 mm. Dan Berdasarkan hasil analisis ragam spektrum respons terhadap level kinerja struktur gedung sesuai Applied Technology Council-40 (ATC-40), pada arah X menunjukan Gedung Rumah Sakit Madina Bukittinggi termasuk dalam kategori level Life Safety, sedangkan arah Y menunjukan Gedung Rumah Sakit Madina Bukittinggi termasuk dalam kategori level Immediate Occupancy.
Kata Kunci : Response Spectrum, Displacement, Base Shear.
Tidak tersedia versi lain