Text
Pengaruh Pemanfaatan Limbah Keramik dan Serbuk Arang Briket Terhadap Kuat Tekan Beton
Sejumlah penelitian teknologi konstruksi terus dilakukan dengan tujuan menghasilkan teknologi kontruksi yang tepat, mudah dalam pengerjaan, dan efisien dalam biaya. Material alternatif sering dijadikan obyek penelitian karena dengan didapatkan bahan alternatif yang tepat maka akan berpengaruh pada efesiensi biaya. Pada penelitian ini memanfaatkan limbah keramik sebagai pengganti agregat kasar dan sebuk arang briket sebagai bahan tambah pada semen untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah keramik dan serbuk arang briket terhadap kuat tekan beton. Variasi limbah keramik 0%, 10%, 20%, 30% dan serbuk arang briket 5%, dengan menambahkan Sicacim conctrete additive 0,7%, dari jumlah air berguna untuk mempermudah pengecoran dan mengurangi keropos. Limbah keramik dipecahkan dengan diameter 20 mm dan serbuk arang briket ditumbuk menjadi serbuk halus. Mutu beton rencana K250 dengan benda uji kubus, pengujian kuat tekan beton umur 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan beton didapatkan beton normal sebesar 292 kg/cm2, dari penggunaan campuran dengan Sikacim 0,7% dan serbuk arang briket 5% dan tanpa limbah keramik sebesar 264,39
kg/cm2, dari penggunaan serbuk arang briket 5%, limbah keramik 10 % dan sikacim 0,7% sebesar 273 kg/cm2 , dari penggunaan serbuk arang briket 5%, limbah keramik 20% dan sikacim 0,7% sebesar 307,76 kg/cm2, dari penggunaan serbuk arang briket 5%, limbah keramik 30 % dan sikacim 0,7% sebesar 274 kg/cm2. Pada penggunaan serbuk arang briket 5% dan sikacim 0,7 tanpa penggunaan limbah keramik terjadi penurunanbeton normal, sedangkan pada penambahan limbah keramik maksimum 20% dapat meningkatkan kuat tekan beton normal
Kata kunci : limbah keramik, serbuk arang briket, sicacim conctrete additive, kuat tekan beton normal
Tidak tersedia versi lain