Text
Pemanfaatan Limbah Batu Bata Merah dalam Stabilisasi Tanah lempung
Tanah merupakan dasar pondasi yang mendukung semua beban struktur atau konstruksi yang berdiri diatasnya, baik konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan. Pada Jalan. Kampung Baru, Simpang Haru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur kerusakan jalan pada daerah tersebut terjadi karena tanah yang kurang stabil, Secara pengamatan dilapangan tanah tersebut banyak kandungan tanah lempung. Tanah dasar merupakan material utama yang sangat berpengaruh dan terpenting pada jalan yang akan menjadi tumpuan dan mendukung seluruh beban konstruksi yang berada di atasnya. Untuk meningkatkan kestabilan tanah diadakanlah penelitian, Sebagai bahan penstabilisasi digunakan limbah batu bata. Limbah batu bata yang digunakan lolos saringan no200. Persentase batu bata dalam kandungan tanah adalah 0%, 5%, 7.5%, dan 10%. Pengujian yang di adakan terdiri dari uji sifat fisis dan sifat mekanis tanah. Hasil uji sifat–sifat fisis tanah yang terdiri dari uji saringan no.200, uji specific gravity (gs), uji batas atterberg, menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase limbah batu bata dalam tanah dapat menurunkan nilai batas cair (LL) 1,68% atau 2,76% , Indeks Plastisitas (PI) menurun sebesar 6,22% atau 23,34% dari Indeks Plastisitas tanah asli. Sedangkan nilai lolos Saringan no 200 meningkat sebesar 6,56% atau 8,69%, nilai Batas Plastis (PL) meningkat sebesar 4,54% atau 13,29%, dan batas susut (SL) 1,23% atau 4,98%, dan nilai berat jenis (Gs) terjadi penurunan sebesar 0,01% atau 0,39% jika dibandingkan dengan nilai yang sama dari tanah asli. Hasil uji sifat mekanis menunjukkan pada awalnya terjadi peningkatan kepadatan tanah seiring dengan peningkatan persentase batu bata nilai ini cenderung menurun. Pada pencampuran 5% limbah batu bata dalam tanah, nilai kepadatan meningkat sebesar 0,04 g/cm3 atau 2,985% dari kepadatan tanah asli. Sedangkan kadar air optimum terjadi peningkatan, seiring dengan bertambahnya persentase campuran limbah batu bata dalam tanah. Nilai pengembangan mengalami penurunan sebesar 0,32% atau 133,33% terhadap persen pengembangan tanah asli. Begitu juga dengan tekanan pengembangan terjadi penurunan sebesar 207 kPa atau 87,34 % dari tekanan pengembangan tanah asli. Hasil terbaik tercapai saat 5% kandungan limbah batu bata di dalam tanah.
Kata Kunci: Tanah Lempung, Limbah batu bata merah, Stabilitas, Pengembangan.
Tidak tersedia versi lain