Text
Pendugaan Erosi dengan Metode Usle pada Das Air Dingin
Daerah Aliran Sungai merupakan tangkapan air hujan yang sangat rentan terhadap erosi. Erosi sendiri merupakan pengangkutan material yang terkikis dari satu tempat kemtempat lain, seperti dari puncak gunung ke lembah terdekat atau dari bagian hulu sungai ke bagian hilir. DAS Air Dingin memiliki luas area sebesar 122,06 km2 meliputi kawasan konservasi, hutan lindung, dan lahan milik masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan nilai penduggan erosi pada Daerah Aliran Sungai Air Dingin dengan menggunakan metode Universal Modified loss Equation (USLE) dan bagaimana klasifikasinya. Erosi sendiri dapat terjadi karena aktivitas manusia, karektiristik hujan kemeringan lereng, penutupan lahan dan kemampuan tanah untuk menyerap air. Dari hasil penelitian menggunakan metode USLE di dapatkan nilai faktor erosivitas hujan (R) dari tahun 2009-2018 dengan menggunakan dua stasiun dan di dapatkan nilai (R) tahun 2009 sebesar 213,19 mm, tahun 2010 sebesar 206,66mm, 2011 sebesar 245,60mm, 2012 sebesar 176,70, 2013 sebesar 186,28 mm, 2014 sebesar 179,62mm, 2015 sebesar 216,63mm, 2016 sebesar 235,20 mm, 2017 sebesar 289,77mm, 2018 sebesar 194,60mm , faktor erodibilitas tanah (K) sebesar 0,56, faktor kemiringan lereng (LS) sebesar 1,4, faktor pengelolaan tanaman (C) sebesar 0,061, dan faktor pengelolaan lahan (P) sebesar 0,544. Dan di dapatkan erosi dari tahun 2009 sebanyak 5,52 ton, 2010 sebanyak 5,35 ton, 2011 sebanyak 6,39 ton, 2012 sebanyak 4,57 ton, 2013 sebanyak 4,82 ton, 2014 sebanyak 4,65 ton, 2015 sebanyak 5,60 ton, 2016 sebanyak 6,09 ton, 2017
sebanyak 7,50 ton, dan 2018 sebanyak 5,03 ton dengan total sebesar 55,525 ton dengan klasifikasi tingkat III (Sedang).
Kata kunci : DAS, Erosi, Sungai, USLE
Tidak tersedia versi lain