Text
Studi Analisis Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metoda PCI (Studi Kasus : Ruas Jalan Ulakan - Pariaman, Km 41+100 s/d Km 44+900)
Secara teknis kerusakan jalan menunjukkan suatu kondisi dimana struktur dan fungsional jalan sudah tidak mampu memberikan pelayanan optimal terhadap lalu lintas yang melintasi jalan tersebut. Kerusakan yang sering terjadi di jalan raya memiliki berbagai macam bentuk dan memiliki tingkat kerusakan yang berbeda pula. Metode Pavement Condition Indeks (PCI) dikembangkan untuk mengidentifikasi kerusakan permukaan jalan berdasarkan hasil survey kondisi jalan, pengamatan secara
langsung dengan pengukuran kerusakan jalan seperti panjang, lebar dan kedalaman kerusakan untuk selanjutnya dilakukan identifikasi jenis dan tingkat kerusakannya. Salah satu contoh kasus kerusakan jalan yang dapat penulis amati secara langsung
adalah kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Ulakan-Pariaman KM 41+100 s/d KM 44+900. Pada ruas jalan ini terdapat beberapa jenis kerusakan yang terjadi pada lapis permukaannya, yaitu retak kulit buaya sebanyak 296,70 m2, retak pinggir sebanyak 57,5 m2, retak memanjang sebanyak 77,25 m2, retak halus sebanyak 257,81 m2, lubang sebanyak 36,77 m2, tambalan sebanyak 57,9 m2, pelepasan butiran sebanyak 15,24 m2 dan amblas sebanyak 11,35 m2. Dengan nilai PCI pada KM 41+100 s/d KM 42+000 adalah 88,6 % ( Sempurna/Jalan telah diperbaiki), KM 42+000 s/d KM 43+000 adalah 30,4 (Buruk), KM 43+000 s/d KM 44+000 adalah 84,6 % (Sangat Baik/ Jalan telah diOverlay sepanjang 700 m) dan KM 44+000 s/d KM 44+900 adalah 53,3% (Sedang). Jadi total nilai PCI keseluruhan dengan panjang total ruas jalan yang menjadi studi kasus penulis yakni 3,8 Km adalah 62,87% (Baik).
Kata Kunci: Jenis Kerusakan Jalan, Tingkat Kerusakan jalan, Metoda PCI
Tidak tersedia versi lain