Salah satu karya non fiksi fenomenal dari Sang Pramoedya Ananta Toer. Tidak dapat disangkal lagi Pramoedya Ananta Toer menjadi pengarang kebanggaan Bangsa Indonesia dan favorit hampir semua orang yang pernah membaca karya-karya gemilangnya. Nyanyian Sunyi Seorang Bisu adalah kumpulan memoar PAT ketika ditangkap pemerintah Orde Baru dan dibuang ke Pulau Buru, Maluku. Perjalanan PAT menjadi penga…
Nyanyi Sunyi Seorang Bisu adalah satu-satunya karya non-fiksi Pram bukan novel. Naskah buku ini disunting dari kertas-kertas berserakan berisi catatan-catatan Pramoedya Ananta Toer yang ditulisnya semasa menjadi tahanan politik 10 tahun lamaya di Pulau Buru 1969-1979. Buku ini merupakan kumpulan catatan berisi surat-surat pribadi kepada anak-anaknya yang tak pernah terkirim juga esai-esai yang …
Jejak Langkah mengisahkan Minke yang berhijrah dari Surabaya ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan dokter pribumi di School tot Opleiding van Inlandische Artsen (STOVIA). Selama menjalani pendidikan, putra bupati Bojongnegoro itu dibiayai oleh gubermen. Namun, selama menjalani pendidikan di Batavia, Minke harus tinggal di asrama. Sifat Minke yang cenderung bebas membuatnya merasa terkek…
Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda. Tetralogi i…
Rumah Kaca merupakan novel keempat sekaligus penutup dari Tetralogi Buru yang ditulis oleh Pramoedya Anata Toer. Dibandingkan ketiga pendahulunya yaitu Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, dan Jejak Langkah, terdapat perbedaan yang cukup mencolok pada Rumah Kaca karena tidak mengambil Minke atau Tirto Adhi Soerjo sebagai tokoh utama. Masih dengan latar zaman pemerintahan kolonial Belanda, tokoh uta…